call(0271) 2933586

Tentang Sekolah

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 18 surakarta ini merupakan metamorfosis SD Muhammadiyah 18. Dasar pengembangan sekolah ini dikarenakan perkembangan peminatnya semakin menurun bahkan hampir pada titik kejenuhan.

Ini dibuktikan pada tahun pelajaran 2016/2017, siswanya satu sekolah tinggal 10 anak. Dan sekarang jumlahnya meningkat menjadi 35 yang diajar dengan model pembelajaran Kreatif dengan ditambah kelas 4, 5, dan 6 jumlahnya 6 anak sehingga jumlah total 41.

Insya Allah mulai tahun pelajaran 2019/2020 akan dijadikan satu tempatnya di Sekolah Kreatif Gandekan. Berdasarkan rencana tersebut pembangunan gedung lantai 2 segera dimulai dan Insya Allah Maret 2019 sudah selesai.

Mengapa Sekolah Kreatif? Pengembangan SD Muhammadiyah 18 diperlukan pendidikan alternatif. Pendidikan alternatif ini bagian dari upaya pendidikan untuk peningkatan kualitas pendidikan di lingkungn Muhammadiyah khususnya dan pendidikan di Indonesia pada umumnya.

Pilihan pendidikan alternatif berbasis kreatif didasarkan atas empat pertanyaan;
  1. Bagaimana menghadapi lingkungan dan masyarakat yang terus menerus berubah.
  2. Bagaimana mengatasi tantangan yang kompleks.
  3. Bagaimana menerapkan keterampilan menghadapi kedua hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Bagaimana ketiga hal tersebut dikembangkan sebagai wahana untuk membina ruh dan praktek kehidupan Islami sehingga mampu mewujudkan Islam sebagi rahmatan lil alamim.
Jadi pendidikan alternatif yang dikembangkan adalah idealitas konsep pendidikan Islam. Sejatinya pendidikan adalah peradaban.

Dari lembaga pendidikan insya Allah akan mendukung atau sebagai dasar lahirnya kaum intelektual yang menghasilkan solusi bagi problem masyarakat sebagaimana kita pahami dari sirrah nabawiah bahwa kaum intelektual - kaum intelektual senantiasa diandalkan oleh penguasa untuk meningkatkan kualitas hidup msyarakat dan menyelesaikan permasalahan teknis yang muncul di tengah masyarakat.

Persyaratannya pendidikan seharusnya menjadi penjaga ideologi dan kebudayaan didalam hati anak-anak.

Dengan demikian pendidikan Islam bukan sekedar berfungsi sebagai upaya pelestarian ajaran dan nilai-nilai agama Islam, tetapi juga berfungsi untuk mendorong pengembangan kecerdasan serta kreativitas siswa serta pengembangan sumber daya manusia yang produktif dan inovatif yang memiliki jiwa pesaing, sabar rendah hati, menjaga harga diri berempati, mampu mengendalikan diri, berakhlak mulia bersikap amanah dalam menjalankan tugas-tugas hidupnya.

Bukankah Allah swt menganugerahkan manusia empat daya atau kekuatan melalui tanah dan Ruh Illahi:
  1. Daya tubuh yang mengantarkan manusia berkekuatan fisik,
  2. Daya hidup yang menjaxikan manusia memiliki kemampuan mengemangkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta mempertahankan hidupnya dalam menghadapi tantangan,
  3. Daya akal yang memungkinkan manusia memiliki dam menguasai iptek dan
  4. Daya kalbu yang memungkinkan manusia bermoral, merasakan keindahan, kekuatan iman dan kehadiran Allah.
Sekolah kreatif memandang alam semesta sebagai obyek dan sumber belajar (ayat - ayat qauniyah) dan merupakan bagian penting ketika siswa melakukan aktivitas akal budi melalui indera, akal dan qolbu sehingga Islam melarang menyikapi, mengikuti dan membantah sesuatu tanpa ilmu.